ONE DAY NO “RICE” HMMMM BISA NGGAK ?

 

nasi nasi hasi..

 

Pemerintah akan terus mengkampanyekan mengurangi konsumsi nasi masyarakat dengan kampanye satu hari tanpa nasi atau one day no rice. Di berbagai daerah gerakan one day no rice sudah bergulir selama setahun ini.

Kepala Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Mulyono Machmur mengatakan gerakan mengurangi makan nasi merupakan bagian upaya pemerintah mensukseskan diversifikasi pangan nasional. Hal ini agar ketergantungan pangan pada nasi/beras tidak terlalu tinggi sehingga stabilitas pangan bisa tetap terjaga.

Ia menuturkan pada era tahun 1950-60-an ketergantungan pangan masyarakat Indonesia pada nasi atau beras masih sebesar 53%, namun kini ketergantungan itu semakin tinggi hingga 92-95%.

 

 

“Kita inginnya kampanye ini akan berskala nasional, sekarang masih di level bawah dahulu dimulai dari pemda-pemda,” katanya di kantor Menkominfo Jakarta, Semenjak bergulir setahun lalu kampanye One Day No Rice sudah diterapkan di pemda-pemda seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara bahkan beberapa daerah di Sumatera dan lain-lain.

“Intinya dari kampanye ini bagaimana menyadarkan orang tanpa makan nasi pun bisa,” katanya.

Ia menjelaskan diberbagai daerah kampanye ini dimulai dari tingkat birokrasi di pegawai di tingkat provinsi maupun kabupaten. Implementasinya beragam, ada beberapa daerah yang menerapkan satu minggu satu hari, ada yang satu bulan satu hari dan lain-lain.more–>

 

 

“Bahkan di Manado misalnya 2 hari seminggu,” katanya.

Pemerintah berharap dari kampanye ini, konsumsi beras masyarakat bisa dikurangi dengan makanan pokok lainnya atau pangan lainnya seperti sayuran, buah-buahan, protein hewani maupun nabati. Meski ia mengakui soal diversifikasi pangan erat kaitannya dengan tingkat pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data yang ada tingkat konsumsi beras/nasi per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, sementara rata-rata konsumsi beras dunia per kapita per tahun hanya 60 kg.

Bila mengacu dengan Jepang, konsumsi beras masyarakatnya per kapita per tahun rata-rata hanya 60 kg, Malaysia 80 kg, dan Thailand 90 kg.

“Kita bangsa yang paling besar mengkonsumsi nasi,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dapat mengurangi konsumsi nasi per kapita masyarakatnya karena ditopang oleh gerakan program banyak makan sayur. Jika Indonesia bisa meniru langkah ini, maka keamanan pangan nasional akan lebih terjamin.

Nah sahabat dengan gerekan One Day No Rice ini apakan anda semua akan mengikuti dan dengan senang neyetujui , Nah kira kira akan kamu gantikan dengan apa ya dalam satu hari itu. Mengingat Indonesia kaya akan sumber pangan lainnya ??
Ayo ikutan topiknya dan jawab di Program ‘SURABAYA LIVE SHOOT ) jam 8 – 11 Senin _ Jumat hanya di 100. 5 Radio MDC FM Surabaya. SMS 085 633 1 -1005 Ya ditunggu sahabat.

Rasanya cocok juga ya untuk program diet dan mengurangi ketergantungan anak Nasi Putih jadi makan Sing kong, Umbi Umbian ( Polo Penden ) Sayur, Buah buahan .. Badan sehat ketahanan bahan makanan juga sehat. Stock Beras juga kuat , tapiii kira kira petaninya gimana ya…

Selamat mencoba kawan mari kita sukseskan program ONE DAY NO RICE  ini

Posted bY : Admin Suroboyoku rek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s